Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Merayakan Fana dan Psikadelia, Mengubur Diri Sendiri

Sembari mengemas kenangan-kenangan yang berserakan di tahun kemarin dan menyiapkan berbagai figura untuk kemudian diisi dengan potret kenangan di tahun ini, ada baiknya kita kembali berfikir tentang keberadaan kita sebagai manusia. Mahluk yang disebut Al Quran sebagai sebaik-baiknya konstruksi yang Tuhan ciptakan, sekaligus juga mahluk yang diatributi oleh-Nya dengan sifat kelemahan. Apakah pemaknaan kita mengenai keberadaan diri ini sudah mendekati kata tepat, atau justru apa yang kita pahami selama ini masih belum akurat? Namun, sebelum kita memasuki dimensi abstrak dalam pikiran untuk dihuni keping-keping buah tafakkur tentang makna keberadaan, ada baiknya kita mengenal 'tempat' dimana kita berada, yaitu dunia. Saya akan mencoba memberikan terminologi dunia yang kita huni ini dengan penggalan bait lagu yang belakangan sering saya putar, yaitu lagu berjudul 'Merayakan Fana' milik Barasuara. Adapun penggalan baitnya seperti ini :   "kita lintasi ribuan pelan...